Anak-anak Perempuan Berubah Laki di Usia Pubertas

Di desa Salinas Republik Dominika barat daya. Anak-anak yang terlahir perempuan berubah menjadi laki-laki saat usia pubertas 12 tahun.

Penyebabnya adalah kelainan genetik yang terjadi karena enzim yang hilang yang mencegah produksi hormon seks laki-laki - dihidro-testosteron - dalam kandungan.

Semua bayi dalam kandungan, apakah laki-laki atau perempuan, memiliki kelenjar internal yang dikenal sebagai gonad dan benjolan kecil di antara kaki mereka yang disebut tuberkulum.

Pada sekitar delapan minggu, bayi laki-laki yang membawa kromosom Y mulai memproduksi dihidro-testosteron dalam jumlah besar, yang membuat tuberkulum menjadi penis. Pada perempuan, tuberkulum menjadi klitoris.

Tetapi beberapa bayi laki-laki yang hilang enzim 5-α-reductase memicu lonjakan hormon, sehingga mereka tampaknya lahir sebagai perempuan tanpa testis dan terlihat sebagai vagina.

Ketika pubertas, produksi testosteron lebih besar dan muncullah organ reproduksi laki-laki. Suara mereka membesar dan Mr. P tumbuh.

Endokrinologi Cornell Dr. Julianne Imperato menjadi salah satu dokter pertama yang mempelajari fenomena tersebut pada 1970-an.

Sumber liputan6